Maurole, 22/12/19, Bank sampah merupakan suatu trobosan istilah tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola mengadopsi sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan .Penyetor adalah masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.
Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah di Indonesia. Tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis.
Kecamatan Maurole merupakan salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Ende, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. kecamatan ini memiliki 13 desa dan kelurahan yang diantaranya 1. Ranokolo Selatan , 2. Ranokolo 3. Keliwumbu, 4. Mausambi , 5. Maurole, 6. Aewora , 7. Otogedu, 8. Detuwulu , 9. Woloau, 10.Uliudala , 11. Niranusa , 12. Ngalukoja, 13. Watukamba , berada di daerah kerja Puskesmas Maurole. (Sumber : Wikipedia)
Pendirian organisasi Bank sampah di Kecamatan Maurole memiliki beberapa manfaat bagi Masyarakat dan lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi barang ekonomis. Manfaat bank sampah untuk masyarakat adalah dapat menambah penghasilan masyarakat karena saat mereka menukarkan sampah mereka akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki. Masyarakat dapat sewaktu-waktu mengambil uang pada tabungannya saat tabungannya sudah terkumpul banyak. Imbalan yang diberikan kepada penabung tidak hanya berupa uang, tetapi ada pula yang berupa bahan makanan pokok seperti gula, sabun, minyak dan beras. Bank sampah juga bermanfaat bagi siswa yang kurang beruntung dalam hal finansial, beberapa daerah sekolah & Klinik kesehatan telah menerapkan pembayaran uang sekolah dan pengobatan menggunakan sampah.

No comments:
Post a Comment